Rabu, 11 Juni 2014

Seindah Warna Puisi

Aku tau hati, tak ada yang peduli
Hanya sebuah dinding nyali, tanpa coretan grafiti
Hanya kertas putih ini, tanpa puisi
Anggaplah hati sebagai anugrah diri
Isilah anugrah ini dengan coretan warna dan beragam arti
Aku bisa baca hati, tak ada yang peduli
Bahkan banyak orang salah arti
Aku bisa menikmati, jika yang terpancar adalah sinar indah mentari
Meski peka, ku hanya berdiam diri
Kadang tak seindah puisi
Namun busuk seperti nasi basi
Percaya! Ku bukanlah seorang diri
Namun sama, mereka hanya berdiam diri
Karena diri bukanlah cerminan hati

(untitled life form)